I. Pengkajian Riwayat Penyakit
Kaji riwayat pasien tinggal atau mengunjungi daerah epidemi, riwayat medis masa lalu, riwayat pengobatan, riwayat epidemiologis, dan penyakit penyerta, dll

II. Penilaian Fisik
A. Tanda-Tanda Vital: Kaji suhu tubuh pasien; tekanan darah; nadi; saturasi oksigen darah; tingkat pernapasan, ritme, dan kedalaman.
B. Riwayat kesehatan sekarang: Kaji tingkat kesadaran pasien, nyeri otot, kelelahan, batuk, dahak, dada sesak, sesak napas, diare, Kaji warna kulit dan elastisitas pasien, sirkulasi ekstremitas perifer, adanya perdarahan, dll
C. Kaji status gizi pasien: Kaji asupan makanan pasien, adanya dehidrasi, dll.

III. Penilaian Psikologis
Kaji respons emosional pasien terhadap penyakit, perubahan kognitif, dan kepatuhan terhadap tindakan perlindungan.

IV. Diagnosa keperawatan
A. Gangguan pertukaran gas bd peningkatan sumbatan jalan nBersihan jalan nafas tidak efektif bd produksi sputum yang berlebih
B. Diare bd infeksi usus akibat virus Covid-19
C. Hipertermia bd infeksi paru-paru
D. Intoleransi aktivitas bd gangguan fungsi paru-paru.
E. Gangguan rasa cemas terkait isolasi dan prognosis penyakit.
F. Potensial komplikasi ; trombosis vena dalam, hiperglikemia, gangguan pernafasan akut, syok sepsis, asidosis metabolik, sindrom disfungsi multi organ.

V. Intervensi Keperawatan
A. Memberikan terapi Oksigen dan perawatan pernafasan yang adekuat
i. Evaluasi gangguan pernafasan pasien atau hipoksemia pasien telah berkurang
ii. Pasien yang mendapatkan O2 kanul dapat diberikan masker bedah agar mengurangi penyebaran aerosol.
iii. Pasien yang mendapat terapi ventilasi mekanik berikan tidal volume yang rendah (4-8 ml/kgBB) dan tekanan inspirasi ≥30 cmH2O.
iv. Perawatan ventilator dengan penggantian filter Heat Moisture Exchanger(HME) secara berkala, pasang HME di kedua ujung sirkuit, gunakan sirkuit sekali pakai, usahakan gunakan selang suction tipe close suction, bersihkan permukaan ventilator dengan alkohol 75%.
v. Prone ventilation, mungkin dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan ventilasi pasien.
vi. Kepala dinaikkan 30-40° untuk mencegah VAP, dan pantau tekanan balon Ett 25-30 cmH2O. Lakukan Oral Higiene secara berkala.

B. Mempertahankan jalan nafas yang bersih
i. Ajarkan batuk efektif.
ii. Hindari penggunaan nebulizer karena dapat menghasilkan aerosol.
iii. Suction menggunakan close suction
C. Pengelolaan demam
i. Kolaborasi pemberian antipiretik.
ii. Setelah pemberian antipiretik, pantau suhu, dan adanya keringat.
iii. Anjurkan minum lebih banyak
D. Perawatan pasien
i. Tempatkan pasien di kamar tersendiri, bila tidak ada kamar sendiri maka atur jarak bed minimal 1 meter, ruangan merupakan bangsal tekanan negatif
ii. Anjurkan kumur-kumur 2-3 kali sehari
iii. Bila pasien mengalami diare, kolaborasi pemberian terapi antidiare.
E. Perawatan dibidang psikologis
i. Kaji kondisi psikologis pasien.
ii. Berikan informasi kepada pasien dan keluarga tentang tatacara perawatan.

Categories: Keperawatan

Ns. Ari Wahyuningsih,S.Kep

Perawat di RS dr. Suyoto Kemhan

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!