Mendapat pengobatan yang memuaskan saat berkunjung ke rumah sakit pastinya adalah harapan setiap pasien dan keluarga. Sangat tidak nyaman merasakan rasa sakit yang terjadi apalagi bila berlangsung secara terus menerus. Pasti berharap agar rasa sakit itu segera hilang.

Apakah jadinya bila setelah mengeluarkan biaya dan tenaga untuk berobat namun sakit tidak sembuh? Minimal dapat berkurang sakitnya. Beberapa orang mendapatkan perawatan yang cukup lama namun belum mendapatkan kepastian dari sakit yang dialami, atau belum pasti sedang menderita sakit apa.

Disini kita akan mengajarkan pasien dan keluarga cara menjawab anamnesa dokter dan perawat agar dapat secara tepat menggambarkan penyakit yang diderita. Karena sebagian orang mengalami miskomunikasi dalam menjawab pertanyaan dokter sehingga menjadi melebar dan tidak fokus pada suatu diagnosa penyakit.

Apasih anamnesa itu? Anamnesa adalah pertanyaan – pertanyaan yang dokter dan perawat tanyakan kepada pasien dan keluarga mengenai keluhan dan riwayat kesehatan pasien. Dengan tujuan untuk mengkaji dan mengumpulkan data yang nanti digunakan dalam penegakan diagnosa.

Berikut beberapa contoh pertanyaan yang sering ditanyakan oleh dokter dan cara menjawabnya.

Sekarang keluhannya apa? atau pasien dibawa ke rumah sakit kenapa?

Pertanyaan ini ditujukan untuk mengetahui semua keluhan yang kita rasakan saat ini yang menyebabkan datang ke rumah sakit. Cara menjawabnya dengan mengatakan keluhan yang paling dirasakan atau yang paling berat dahulu contohnya; sesak nafas baru kemudian diikuti keluhan lain yang lebih ringan.

Dari keluhan tadi yang kita jawab, dokter akan mengembangkan pertanyaan lebih dalam lagi. Pasien dengan keluhan sesak nafas, dokter mungkin akan bertanya kembali dengan pertanyaan seperti sejak kapan sesak terjadi? hal apa yang memperberat dan meringankan keluhan sesak nafas. Pasien atau keluarga bisa menjawab dengan, “Pasien sesak nafas sejak 1 minggu yang lalu, dirasa memberat sejak pagi tadi”.

Dokter dan perawat akan mencoba bertanya kembali keluhan – keluhan yang berkaitan dengan sesak nafas seperti adanya batuk atau tidak, bila batuk ada dahaknya atau tidak, warna dahaknya seperti apa?. Keluhan yang berkaitan ini penting karena banyak penyakit penyerta yang disebabkan oleh penyakit utama. contohnya adalah sakit diabetes melitus yang berlangsung lama dapat menyebabkan sakit gagal ginjal, hipertensi, ulkus di kaki dan dekubitus.

Sebelumnya punya riwayat sakit apa?

Pertanyaan ini ditujukan untuk mengetahui riwayat sakit pasien, yang mungkin dapat berhubungan dengan sakitnya yang sekarang. Contoh pasien pada saat datang ke rumah sakit dengan keluhan sesak nafas, buang air kecil sedikit setelah dilakukan pemerikasaan laboratorium hasilnya mengarah ke diagnosa gagal ginjal, mungkin pasien memiliki riwayat sakit diabetes dan bagaimana riwayat pengobatan diabetes tersebut apakah rutin berobat atau tidak.

Beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh keluarga saat ke IGD rumah sakit

Ketepatan pengobatan di rawat inap sangat ditentukan oleh pemerikasan di IGD, oleh karena itu keluarga perlu mempersiapkan beberapa hal yang sangat dibutuhkan;

  1. Keluarga yang mendampingi pertama kali anamnesa adalah keluarga yang paling tahu kondisi dan riwayat sakit pasien.
  2. Bawa dan tunjukan dokumen atau hasil pemeriksaan pasien sebelumnya baik dari rumahsakit lain ataupun dari rumah sakit itu sendiri.
  3. Bila setelah dilakukan pemeriksaan dan ternyata pasien tidak dapat dirawat di rumah sakit saat ini berada, disebabkan oleh tidak adanya fasilitas yang memadai ataupun disebabkan kamar perawatan sedang penuh. maka pastikan anda mendapatkan salinan pemeriksaan pasien di rumah sakit tersebut sebelum dirujuk ke RS lain.

0 Comments

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!