Limb Ischemia secara onset penyakit dibedakan menjadi acute (kurang dari 14 hari), Acute on kronik (berburukan dari tanda dan gejala dalam waktu 14 hari), Kronik (iskemik yang stabil lebih dari 14 hari).
Acute limb ischemia (ALI) merupakan suatu penurunan perfusi kejaringan extremitas yang terjadi secara tiba-tiba dan mengancam kelangsungan hidup (viabilitas) jaringan extremitas .
Chronic limb ischemia atau biasa disebut Critical limb ischemia (CLI) didefinisikan sebagai gejala iskemia tungkai selama lebih dari 2 minggu, ditandai dengan kaskade hemodinamik obstruksi aterosklerotik makrovaskular yang signifikan dan perubahan mikrovaskular yang berpuncak pada penurunan perfusi otot, gangguan metabolisme, dan inflamasi . Penderita merasakan nyeri lebih dari 14 hari di ekstremitas walaupun saat istirahat serta adanya gangreng atau ulkus, yang bisa dijadikan tanda awal sebelum secara objektif di diagnosa mengalami penyakit arteri perifer (PAD) .
Etiologi
Penyebab utama ALI adalah trombosis pada penyakit arteri perifer (PAD), periperal aneurisma dengan emboli atau trombosis, trauma, graft/stent trombosis.
Faktor resiko yang dapat menyebabkan cronic limb ischemic antara lain; kebiasaan merokok, diabetes, hipertensi dan hiperkolesterol. Penderita diabetes memiliki tingkat resiko berkembangnya limb ischemic paling tinggi, serta adanya neuropati diabetik menyebabkan tingkat amputasi lebih tinggi dibanding faktor resiko non diabetik.
Tanda dan Gejala
Tanda dan gejala ALI meliputi 6P, yaitu:
- Pain (tiba-tiba merasa sakit)
- Pallor (putih/ pucat atau motle)
- Pulses (nadi tidak teraba)
- Parathesia (menurunnya sensasi atau rasa)
- Paralisis (tidak dapat menggerakkan extremitas/ lumpuh terutama jari)
- Poilikilotermia (sangat menusuk)
Klasifikasi ALI
| Kelas | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Kehilangan sensorik | Kehilangan motorik | Arteri | vena | ||
| Kelas I | tidak ada | tidak ada | Audible | Audible | tidak segera mengancam |
| Kelas IIa | Sudah mulai kehilangan sensorik minimal (biasanya pada jari) | Belum ada kelemahan otot | sering tidak audible | audible | segera mengancam; revaskularisasi scr manual atau mekanikal (angiografi) |
| Kelas IIb | Rest pain dgn kehilangan sensori lebih dari jari | ringan samapai sedang | tidak audible | audible | revaskularisasi secara embolektomi (forgaty atau bedah) |
| Kelas III | kehilangan sensorik | paralisis | inaudible | inaudible | Kerusakan otot dan saraf secara permanen; amputasi |
Komplikasi
- Sepsis
- Reperfusi injuri
- Kompartemen syndroma
- Limb loss
- Death
Pemeriksaan penunjang
- Ankle-brachial index (ABI)
- DUS Vaskular Extremity
- CTA (computed tomography angiography)
- MRA (magnetic resonance angiography)
- Laboratorium
Asesment
- Mengkaji onset penyakit
- Penyebab nyeri dan yang memperberat
- Penyakit komorbit
- Adanya faktor resiko asterosklerosis seperti merokok, diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi.
- Tanda dan gejala 6P (pain, pallor, pulseless, paraesthesia, paralisis, dan poikilotermia)
Tatalaksana dan Pengobatan
- Pertahankan posisi distal kaki atau tangan sedikit lebih rendah dari jantung
- Hindari penekanan
- Hindari temperatur yang ekstreme (dingin memicu vasospasme, panan meningkatkan metabolisme)
- No ABI
- Segera beri anticoagulan dengan heparin/LMWH untuk mencegah bekuan lebih lanjut.
- Analgetik yang tepat
- Beri oksigen
- Koreksi hipotensi
- Pengobatan untuk masalah jantung
Pengobatan dan Tindakan
- Pain killer, misal: Morpin drip 0,5 – 1 mg/ hari
- Heparin: 5000 unit atau 70-100 UI/KgBB dilanjutkan 18 UI/KgBB/hari dengan dosis diatur sesuai respon pasien dan nilai PT APTT
- Obat-obatan sebelum revaskularisasi; Pentoxifiline drip, Per oral (bicnat 3×1, allopurinol 300mg 3×1, vit E 400mg 3×1), rehidrasi 2lt/hari dengan NaCl 0,9% (hati-hati pada pasien gagal jantung). Obat-obatan tersebut harus masuk 30-60 menit sebelum revaskularisasi.


Referensi:
0 Comments