Ventilasi mekanik merupakan alat yang berfungsi untuk mengatur pernafasan pada pasien yang tidak dapat mempertahankan pernafasan secara adekuat. Pengaturan ventilasi mekanik dapat bersifat membantu sebagian ataupun mengambil alih seluruh pernafasan pasien.
Pasien yang mengalami sakit berat hampir semuanya membutuhkan oksigen tambahan baik dengan kanul nasal atau sungkup. Dalam hitungan menit atau jam mungkin dapat berkembang menjadi lebih parah dari sebelumnya dan kebutuhan oksigen semakin meningkat.
Tekanan Positif pada Ventilasi Mekanik
Awalnya ventilasi mekanik pertama yang diciptakan merupakan tipe tekanan negatif. Anda dapat membayangkan seseorang yang di masukkan kedalam tabung vakum besar dan hanya tersisa kepala nya saja yang berada diluar tabung. Tabung ini memiliki alat penyedot untuk menyedot udara di dalam tabung.


Ketika udara di dalam tabung disedot maka tekanan nya akan menurun lebih rendah dari tekanan atmosfer, dinding dada pasien yang berada di dalam tabung akan bergerak mengembang dan pasien akan menyedot udara dari mulut dan hidung (terjadilah proses inspirasi). Saat katub tabung dibuka dan udara luar masuk ke dalam tabung sehingga tekanan didalam tabung berangsur naik menyamai tekanan atmosfer maka dinding dada pasien akan menurun seperti balon yang mengempis mendorong udara dalam paru-paru keluar melalui hidung dan mulut (proses ekspirasi).
Proses inspirasi pasien yang disebabkan oleh tekanan tabung yang lebih rendah dari tekanan atmosfer ini yang kemudian tipe ventilasi mekanik ini disebut tipe negatif.
Ventilasi Mekanik Tekanan Positif
Berbeda dengan ventilasi mekanik tipe tekanan negatif yang lebih mirip pernafasan alami. Pada tipe tekanan positif, udara didorong masuk ke dalam paru-paru ibarat kita meniup balon. Udara akan dialirkan ke dalam paru-paru melalui sebuah alat berbentuk pipa (tube) yang dimasukkan dari mulut sampai ke trakea pasien.
Mesin ventilasi mekanik akan mendorong udara masuk kedalam paru-paru pasien sehingga terjadi proses inspirasi. Tekanan udara dari mesin ventilasi mekanik sampai pipa (tube) tadi akan tetap dijaga agar tekanannya stabil, sehingga udara yang telah masuk ke paru-paru tidak langsung keluar kembali. Kemudian Mesin akan membuka katub keluar udara (expiration valve), dengan adanya tekanan otot dinding dada yang kembali ke posisi semula, udara dalam paru- paru akan terdorong keluar dan terjadilah proses ekspirasi.
Pada pernafasan normal setelah ekspirasi berakhir, di dalam paru-paru masih terdapat udara residu(dikenal dengan volume residu). Volume residu ini tentu punya ukuran jumlah udara (ml) dan tekanan(pressure) tertentu. Sebagai gambaran, mari kita bandingkan ban motor dan ban mobil yang sama sama kempes, kita isi ban tersebut sampai tekanan 30Psi. Antara ban motor dan ban mobil dengan tekanan yang sama memiliki volume udara yang berbeda.
Dengan adanya ventilasi mekanik tipe tekanan positif ini, kita dapat mengatur tekanan udara sisa tadi. Anggaplah bila kita bernafas normal maka volume residu tadi adalah baseline nol, sebagai operator ventilasi mekanik kita ingin jumlah udara residu tadi lebih besar dari normalnya maka kita dapat menambahkan tekanan (pressure). Misalkan saat bernafas normal volume residu hanya berjumlah 200ml , maka kita akan tambahkan tekanan nya. Tekanan (pressure) ini harus konstan tidak berkurang atau bertambah selama pemakain mesin ventilasi mekanik. Saat kita memberikan tambahan tekanan inilah yang disebut PEEP atau Positif End Expiratory Pressure.
Durasi Pernafasan
Otot pernafasan kita bersifat semi-otomatis, tanpa memikirkan cara bernafas pun otot pernafasan kita masih dapat melakukan pekerjaanya dengan baik. Walaupun pada saat saat tertentu kita akan menahan nafas seperti saat menyelam atau saat berlatih yoga dan sebagainya.
Pasien dengan ventilasi mekanik dapat kita atur jumlah volume udara yang masuk, lama inspirasi dan ekspirasi, tekanan PEEP nya, serta kadar oksigen(disebut mengatur parameter pola nafas). Pola nafas itu sendiri berarti ketetapan dari operator bahwa pasien akan dibantu sebagian nafas nya, atau diambil alih seluruh pernafasan nya.
Perbandingan Inspirasi dengan Ekspirasi (I:E)
Proses pernafasan dibagi menjadi inspirasi dan ekspirasi, Satu kali siklus pernafasan berarti satu kali inspirasi di ikuti dengan satu kali ekspirasi. Normal nya dalam 1 menit manusia bernafas sebanyak 14-20 kali. Operator dapat mengatur lama atau durasi dari inspirasi dan ekspirasi tadi, seperti 1 detik untuk inspirasi dan 2 detik untuk ekspirasi.
Beberapa pasien tertentu mungkin membutuhkan durasi inspirasi yang lebih lama dari pada ekspirasi. Contohnya pada pasien asma yang jalan nafasnya menyempit karena obstruksi membutuhkan usaha inspirasi lebih lama dari orang normal, mesin ventilasi mekanik harus punya cukup waktu untuk memasukkan udara ke dalam paru-paru.
0 Comments