Terapi cairan untuk sepsis berat dan syok sepsis yang direkomendasikan oleh SSC adalah kristaloid, sedangkan penggunaan cairan hydroxyetil starches (HES) tidak direkomendasikan (GRADE 1b). rekomendasi ini didasarkan pada penelitian yang telah dilakukan, SCC telah mengevaluasi penggunaan cairan koloid (Gelatin, HES, Dextran) sebagai cairan resusitasi awal. Walaupun tidak direkomendasikan sebagai cairan awal pada resusitasi, bukan berarti koloid tidak boleh diberikan,ia dapat diberikan setelah pemberian kristaloid, dan berdasarkan evaluasi perkembangan pasien.
Ketika loading cairan, kita bisa menilai respon pasien terhadap proses penggantian cairan. Kita bisa terus melakukan loading cairan asalkan ada perbaikan hemodinamik (Nadi, HR, TD, artery pressure), apabila tidak terlihat tanda- tanda perbaikan maka tetesan loading harus dikuraangi atau bahkan dihentikan dan diganti dengan tetesan rumatan.bila dimungkinkan dapat diberikan terapi vasopressor. Perawat memiliki peran mendasar dalam tindakan ini, seperti mengelola loading cairan dan memantau respon pasien terhadap resusitasi yang dikerjakan.
Terapi vasopressor harus mulai diberikan untuk mencapai target MAP ≥ 65 mmHg (GRADE 1c). Pada sepsis berat/syok sepsis sering membutuhkan vasopressor untuk mempertahankan perfusi ketika menghadapi hipotensi yang mengancam nyawa bahkan walaupun keadaan hipovolemik belum teratasi. Norepinephrine dirkomendasikan menjadi vasopressor pilihan pertama dalam keadaan ini (GRADE 1b). untuk vasopressin (cth: pitressin sediaan 20 UI/mL) dapat ditambahakan atau bahkan menggantikan norepinephrine ketika vasopressin benar-benar dibutuhkan untuk menjaga tekanan darah (GRADE 2b). namun vasopressin tidak dianjurkan digunakan sebagai dosis tunggal pada pengelolaan sepsis berat.
Dopamine menjadi alternative pilihan pada syok sepsis sebagai agen vasopressor norepinephrine pada pasien dgn keadaan resiko bradikardia dan rendah takiaritmia (GRADE 2c).
Pengawasan terhadap terapi vasopressor merupakan peran peran Perawat critical care. Perawat memantau titrasi dosis vasopressor dan respon pasien terhadap terapi penting lainnya. Pemantauan terhadap perfusi, tekanan darah, status mental, laktat darah, dan output urine. Walaupun resusitasi cairan merupakan aspek mendasar dalam pengelolaan hemodinamik pada pasien syok sepsis, dan idealnya hemodinamik yang adekuat harus dicapai sebelum penggunaan vasopressor ataupun inotropic. Kadang- kadang vasopressor diberikan bersamaan resusitasi cairan pada syok berat. Dan perlu di ingat sebaiknya akses kateter intravena untuk line vasopressor dan inotropic tidak satu akses dengan line untuk resusitasi cairan. Harus dibuat IV line tersendiri untuk vasopressor dan inotropic, begitu juga dengan cairan lipid.
Terapi dobutamin hingga dosis 20mcg/Kg BB (disamping penggunaan vasopressor) dianjurkan pada pasien dengan keadaan; disfungsi miocard untuk menaikkan tekanan pengisian cardiac atau pada low cardiac output, adanya tanda-tanda hipoperfusi meskipun volume intravascular telah adekuat dan MAP normal (GRADE1c). Dobutamin menjadi inotropic pilihan pertama pada pasien yang diketahui atau diduga mengalami low cardiac output padahal pengisian ventrikel kiri adekuat (atau resusitasi cairan telah adekuat) dan MAP-pun sudah normal.
Hidrokortison injeksi hanya direkomendasikan pada keadaan hemodinamik yang tidak tercapai. Ketika hidrokortison digunakan maka dosis yang direkomendasikan Adalah 200mg per hari. Penggunaan steroid pada sepsis berat masih dalam silang pendapat, pada uji percobaan yang dilakukan, terapi ini telah memberikan manfaat disisi tingkat kematian. Namun pada uji coba yang lebih besar lagi yang dilakukan di eropa, steroid gagal memberikan manfaat pada tingkat mortalitas. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa steroid dosis rendah memberikan manfaat yang baik.
Tranfusi darah pada pasien sepsis secara umum mengikuti kaidah bahwa red blood cel (PRC) diberikan pada pasien dengan kadar Hemoglobin tidak mencapai 7 gr/dl, dengan target HB 7,0-9,0 gr/dl pada pasien dewasa (GRADE 1b). eritropoitin tidak dianjurkan sebagai terapi anemia pada sepsis berat (GRADE 1b). fresh frozen plasma (FFP) tidak dianjurkan untuk memperbaiki kelainan pembekuan darah tanpa adanya perdarahan ataupun untuk perencanaan prosedur infasif. Terapi trombosit disarankan untuk diberikan pada pasien sepsis berat ketika jumlah trombosit 10.000 mm3 dengan tidak adanya perdarahan yang jelas, 20.000mm3 ketika pasien memiliki resiko perdarahan, sedang ≥50.000mm3 ketika ada perdarahan aktif, operatif dan tindakan infasif (GRADE2d).
Sepsis Bundle 2018
Perubahan pada sepsis bundle untuk 3 jam dan 6 jam pertama telah digabungkan menjadi bundle 1 jam. Tujuan dari penggabungan agar dokter lebih cepat melakukan tindakan resusitasi, pengobatan, pemberian vasopresor, pemeriksaan laktat dan kultur darah.

Referensi
0 Comments