Vaksin adalah suatu senyawa biologis yang diberikan kepada seseorang untuk dapat menghasilkan antibodi yang berguna untuk melawan suatu penyakit infeksi. Umumnya vaksin mengandung suatu zat yang mewakili kuman penyebab penyakit, banyak vaksin dibuat dari kuman yang dimatikan atau dilemahkan.
Program vaksinasi Covid 19 adalah strategi pemerintah dalam penanggulangan pandemi coronavirus. Menggunakan vaksin dari AstraZeneca, Sinovac, Biopharma, Moderna, Pfizer, dan vaksin gotong royong (untuk perusahaan/ swasta).
Tujuan Vaksinasi Covid 19
Memberikan kekebalan pada pribadi
Membentuk herd immunity pada masyarakat
Mencegah terjangkit Covid-19
Individu yang tidak dapat diberikan vaksin
Tekanan darah 150/90 atau lebih, sedang dalam keadaan demam.
Dalam 3 bulan terakhir pernah terjangkit Covid-19 derajat berat, sedangkan untuk derajat ringan – sedang maka dalam 1 bulan setelah sembuh vaksin dapat diberikan.
Menderita sakit ISPA
Ada keluarga yang sedang dalam perawatan Covid-19, atau kontak erat dan suspek.
Sedang mendapat terapi kelainan darah.
Mempunyai penyakit jantung atau gagal jantung.
Menderita penyakit autoimun seperti SLE
Menderita penyakit rheumatoid arthritis atau rheumatik autoimun
Menderita penyakit saluran cerna kronis
Menderita penyakit hipertiroid
Menderita penyakit kanker, sedang menjalani transfusi darah, dan defisiensi imun
Menderita HIV/AIDS
Dengan jumlah penduduk yang besar serta wilayah yang luas, program vaksinasi disesuaikan dalam skala prioritas dan dilaksanakan secara bertahap.
Kelompok Prioritas Vaksinasi
Petugas kesehatan dan penunjangnya
Petugas pelayanan publik seperti TNI Polri dan lainnya
Kelompok rentan terkena Covid-19 seperti lansia
Buruh dan masyarakat biasa
Alur Vaksinasi
Meja Satu, pendaftaran dan verifikasi data penerima vaksin. Di meja ini pastikan nomor NIK , nama dan nomor telepon anda dengan benar karena akan berdampak pada sertifikat vaksin yang akan diterima.
Meja dua, Skrining pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan kesehatan Tensi suhu dan riwayat kesehatan pasien untuk mengetahui kelayakan masyarakat dalam menerima vaksin. Penerima vaksin wajib menjawab dengan jujur saat pemeriksaan, Apabila sedang dalam pengobatan jantung atau kanker sebaiknya meminta surat keterangan layak vaksin pada dokter yang biasa merawat calon penerima vaksin.
Meja Tiga, petugas vaksinasi, masyarakat yang sudah lolos skrining di meja 2 akan mendapatkan penyuntikan vaksin di meja tiga.
Meja empat, petugas pencatatan dan observasi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).
Persiapan Sebelum di Vaksin
Petugas Vaksin
Penerima Vaksin
Sarapan dan berdoa sebelum bertugas
Sebelum vaksin hendaknya makan dan minum dahulu
Selalu koordinasi dengan anggota tim lain
Rileks agar tensi tidak naik
Berusaha melayani dengan maksimal
Sebelum disuntik tanyakan nama merk vaksin bila petugas tidak memberi tahu
Dimeja 4 (observasi) Tanyakan tanggal vaksin kedua.
Persiapan bagi petugas dan penerima vaksin
Tata Cara Vaksin di Peduli Lindungi
Peserta mendapatkan tiket vaksin yang dikirim melalui sms atau peserta dapat secara langsung melihat tiket vaksin melalui aplikasi pedulilindungi
Tiket vaksin Covid-19 dari pedulilindungi
Dari aplikasi peduli lindungi tadi warga penerima vaksin dapat memilih tempat pelaksanaan vaksin dan akan dijadwal sesuai dengan antrian di tempat vaksinasi yang dipilih.
Setelah warga melaksanakan vaksin, kartu vaksin dari tempat vaksinasi akan diberikan oleh petugas. Kartu tersebut harus disimpan oleh warga sebagai bukti warga telah di vaksin, sampai sertifikat vaksin di peduli lindungi terbit.
Sertifikat vaksin peduli lindungi format WHO
Kejadian Ikutan Pasca Vaksin (KIPI)
Tanda- Tanda KIPI
Rasa pegal / nyeri di sekitar bekas suntikan
Demam (berlangsung 1-2 hari dengan suhu rentang 37-38c)
Mual
Pusing
KIPI berat meliputi syok anapilaksis terjadi sesaat setelah disuntik (±30menit) sesak nafas berat, detak jantung meningkat, kulit terasa dingin, tingkat kesadaran menurun, kulit terasa dingin.
Jenis – jenis vaksin Coronavirus
Viral vector
DNA
RNA
Protein
Virus yang dilemahkan atau dimatikan
Metode pembuatan vaksin dibedakan menjadi 2 yaitu; vaksin tradisional mencakup jenis vaksin dari protein dan virus yang dilemahkan atau dimatikan. Sedangkan yang termasuk metode baru yaitu viral vektor, DNA, RNA.
Vaksin Merah Putih
Merupakan vaksin yang dikembangkan oleh peneliti dari Indonesia. Pengembangan vaksin merah putih di dasarkan pada karakteristik khas orang Indonesia, virus beredar di Indonesia. Beberapa lembaga yang meneliti diantaranya Eijkman Institute, LIPI, UGM, UI, UNAIR, serta ITB
Nama
Metode
Jadwal suntikan
Efektifitas
Sinovac
Innactivated
0 , 14 hari
65,3%
Biofarma
Innactivated
0 , 14 hari
65,3%
Sinopharm
Innactivated
0 , 14 hari
79,34%
AstraZeneca
Viral Vector
0 , 28 hari
76%
Moderna
mRNA
0 , 28 hari
94,1%
Novavax
Protein Subunit
0 , 21 hari
89,3%
pfizer
mRNA
0 , 21 hari
95%
Perbedaan vaksin yang digunakan di Indonesia
Seberapa lama kekebalan/ imunitas bertahan setelah individu mendapatkan vaksinasi belum dapat diketahui secara pasti sampai saat ini. Diperlukan penilaian dan pemantauan jangka panjang terhadap program vaksinasi yang berjalan.
Vaksin untuk Anak
Vaksin untuk anak usia 6-11 tahun telah di ijinkan untuk dilaksakan dengan prosedur dan SOP yang kurang lebih sama dengan vaksinasi dewasa. Hanya sangat dianjurkan untuk sarapan terlebih dahulu untuk anak-anak.
Vaksin Boster untuk Umum dan Nakes
Berdasarkan instruksi pemerintah untuk vaksin boster mulai diberikan untuk masyarakat umum. Warga yang ingin mendapatkan vaksin boster dapat mendatangi sentra vaksinasi di sekitarnya yang telah membuka pelayanan vaksin boster untuk umum. Warga yang mendapat prioritas vaksin ini adalah para lansia.
Mathieu, E., Ritchie, H., Ortiz-Ospina, E., Roser, M., Hasell, J., Appel, C., Giattino, C., & Rodés-Guirao, L. (2021). A global database of COVID-19 vaccinations. Nature Human Behaviour, 1–7. https://doi.org/10.1038/s41562-021-01122-8
Bagi mahasiswa keperawatan, memanfaatkan tools AI dapat menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi belajar, pemahaman materi, serta persiapan menghadapi dunia kerja.
6 SKP sasaran keselamatan pasien terdiri dari Sasaran 1: mengidentifikasi pasien dengan benar, Sasaran 2 : meningkatkan komunikasi yang efektif, Sasaran 3 : meningkatkan keamanan obat-obat yang harus diwaspadai (high alert medications), Sasaran 4 : memastikan lokasi pembedahan yang benar, prosedur yang benar, pembedahan pada pasien yang benar, Sasaran 5 : mengurangi risiko infeksi terkait pelayanan kesehatan, Sasaran 6 : mengurangi risiko cedera akibat pasien jatuh
0 Comments